
Latar Belakang Perang Uhud
Setelah umat Islam menang dalam Perang Badr, kaum Quraisy di Makkah ingin membalas kekalahan itu. Pertempuran Uhud meletus pada tahun 3 Hijriah — sebagian riwayat dan sejarawan menyebut tahun 4 Hijriah — di kawasan gunung berwarna merah di utara Madinah, sekitar empat sampai lima kilometer dari Masjid Nabawi. Nama Uhud sendiri berarti merah dan merujuk pada warna batuan gunung itu.
Rasulullah ﷺ memimpin sekitar 700 sahabat, sementara pasukan Quraisy berjumlah sekitar 3.000 orang. Karena gunung melindungi dari serangan dari belakang, Nabi ﷺ menempatkan sekitar 50 pemanah di bukit kecil yang kini dikenal sebagai Jabal al-Rumah, dengan perintah tegas agar tidak meninggalkan posisi apa pun yang terjadi.
Kisah Pemanah dan Jalannya Pertempuran
Awalnya umat Islam hampir menang, sampai sebagian besar pemanah turun dari bukit karena mengira kemenangan sudah dekat dan ingin mengambil bagian rampasan perang. Khalid bin Walid — yang saat itu masih berada di pihak Quraisy — memanfaatkan celah itu, menyusuri belakang bukit, dan menyerang tentara Muslim dari arah yang tidak terjaga. Pertempuran berbalik dalam waktu singkat.
- Jumlah syuhada Muslim pada peristiwa Uhud tercatat sekitar 70 orang, termasuk Hamza bin Abdul Muthalib yang kemudian dijuluki Sayyidusy Syuhada.
- Di antara yang gugur terdapat Mus'ab bin Umair dan Abdullah bin Jahsh, beserta sejumlah sahabat lain.
- Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa andai para pemanah tetap bertahan pada posisinya, kemenangan akan diberikan Allah tanpa pertempuran berkepanjangan.
- Nabi ﷺ melarang perbuatan memotong-motong jenazah yang dilakukan sebagian musuh, dan mengajarkan kesabaran kepada umatnya.
Taman Syuhada dan Monumen
Kini kaki Jabal al-Rumah dikelilingi taman yang dikenal sebagai Taman Syuhada, lengkap dengan monumen dan prasnama yang memuat nama-nama para syuhada yang gugur. Rombongan ziarah umroh hampir selalu menyempatkan berhenti di sini: melihat bukit pemanah dari dekat, membaca kisah yang terpampang, dan berdoa untuk mereka.
Di sekitar taman terdapat penjual kurma dan oleh-oleh khas Madinah. Suasana paling nyaman adalah pagi atau menjelang sore, ketika matahari belum terlalu menyengat dan taman belum ramai oleh rombongan.
Tips Berkunjung ke Jabal Uhud
- Datang pada pagi atau sore hari dan sediakan air minum secukupnya.
- Jangan memanjat batu atau berdiri di lereng yang curam — keselamatan lebih penting daripada foto.
- Gunakan kesempatan ini membaca kisah Uhud bersama rombongan, bukan sekadar berfoto.
- Patuhi aturan taman dan arahan muthawwif, terutama saat rombongan lain masuk pada waktu yang bersamaan.
- Sisakan waktu sejenak untuk berdoa bagi para syuhada sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka.
Dalil & Sumber
Pertanyaan Umum
Berapa jauh Jabal Uhud dari Masjid Nabawi?
Sekitar empat sampai lima kilometer di utara Masjid Nabawi. Perjalanan dari pusat kota Madinah singkat, dan hampir semua paket ziarah Madinah menyertakan perhentian di taman kaki gunung ini.
Berapa banyak syuhada pada Perang Uhud?
Sebagaimana dicatat dalam hadits shahih, sekitar 70 orang muslim gugur pada peristiwa Uhud, di antaranya Hamza bin Abdul Muthalib, Mus'ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsh.
Apa yang bisa dilihat di Taman Syuhada?
Taman di kaki Jabal al-Rumah dengan monumen serta prasnama para syuhada, padang tempat berkumpulnya rombongan, dan pemandangan bukit pemanah serta gunung Uhud dari dekat. Di sekitarnya ada penjual kurma dan oleh-oleh.
Apakah Jabal Uhud selalu masuk program ziarah?
Hampir semua paket ziarah Madinah menyertakan Jabal Uhud karena lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota. Urutan kunjungan dan durasi berbeda antar travel, jadi konfirmasi jadwal kepada muthawwif rombongan.