Beranda › Destinasi › Gua Hira
Makkah

Gua Hira

Gua Hira di Jabal Nur adalah tempat turunnya wahyu pertama menurut riwayat, di puncak gunung di utara Makkah. Baca sejarah, lokasi, waktu terbaik naik, dan tips aman mendaki bagi jamaah.

Gua Hira
Gua Hira — Makkah

Lokasi dan Kondisi Gua

Gua Hira berada di Jabal Nur (Gunung Cahaya), sekitar 4-5 kilometer arah utara dari Masjidil Haram. Gua kecil menghadap timur itu berada di ketinggian sekitar 640 meter di atas permukaan laut, dan dari kaki gunung jamaah menempuh jalan setapak serta anak tangga menuju puncak.

Ukuran gua sempit, sekitar dua meter panjangnya, dan hanya muat untuk dua sampai tiga orang. Saat musim haji dan akhir pekan jalur sangat padat, jadi kesabaran ekstra diperlukan.

Sejarah Wahyu Pertama

Menurut riwayat, di gua inilah Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama ketika sedang beribadah dan bertafakur pada bulan Ramadan. Peristiwa itu melahirkan surah Al-Alaq yang dibaca Malaikat Jibril pertama kali kepadanya.

Karena peristiwa tersebut, Jabal Nur dan Gua Hira menjadi destinasi ziarah yang banyak dikunjungi jamaah dari seluruh dunia, termasuk mereka yang baru pertama kali umroh.

Akses dan Waktu Terbaik Naik

Jalur pendakian sudah dilengkapi anak tangga beton dan pagar pembatas di sebagian sisi, sehingga cukup aman asal memakai sepatu bersol karet. Jarak tempuh ke puncak umumnya 30-60 menit tergantung kepadatan.

  • Waktu terbaik: sekitar pukul 06.00-09.00 atau setelah Maghrib saat udara sejuk.
  • Hindari tengah hari karena panas menyengat dan tidak ada naungan.
  • Bawa air minum secukupnya, tidak ada warung di jalur.

Adab dan Etika Berkunjung

Karena keramaian, sebagian ulama menyarankan jangan berdesakan dan tidak mengklaim ruang gua untuk diri sendiri. Cukup mengambil doa di dekatnya, lalu turun mengikuti arus jamaah.

  • Tidak boleh mendorong atau berebut posisi di mulut gua.
  • Jaga kebersihan, bawa turun sampah yang dibawa naik.
  • Menurut sebagian ulama, shalat di dalam gua tidak perlu dilakukan agar tidak meniru secara persis peristiwa Nabi.

Dalil & Sumber

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَبِرَبِّكَ الْأَكْرَمِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajarkan (menulis) dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
QS Al-Alaq: 1-5

Pertanyaan Umum

Apakah wajib naik ke Gua Hira saat umroh?

Tidak wajib. Kunjungan ke Gua Hira adalah kegiatan ziarah tambahan di luar rangkaian ibadah umroh, jadi boleh dilewati jika kondisi fisik atau cuaca tidak mendukung.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan ke puncak Jabal Nur?

Rata-rata 30-60 menit mendaki melalui anak tangga, dan waktu yang sama untuk turun. Datanglah pagi hari agar tidak kepanasan dan jalur tidak terlalu padat.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Gua Hira?

Antara pukul 06.00-09.00 pagi atau setelah salat Maghrib. Hindari siang hari dan akhir pekan yang padat, serta saat musim haji ketika ramai sekali.

Apa saja yang perlu dibawa ke Gua Hira?

Sepatu bersol karet, air minum, payung atau topi, dan pakaian sopan. Tidak ada fasilitas di jalur, jadi bawa kebutuhan dasar dan jangan tinggalkan sampah di gunung.

Siap Berangkat?

Konsultasi Gratis, Tanpa Ribet

Ceritakan rencana Anda — kami bantu pilih paket, jadwal, dan hotel yang paling sesuai. Konsultasi tidak dipungut biaya.

Tanya Jadwal & Harga Lihat Paket Umroh
PT. Galatama Tour · Izin Umroh No. U.445 Tahun 2020 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang