Beranda › Destinasi › Diriyah, Riyadh
Riyadh

Diriyah, Riyadh

Diriyah adalah kota kuno di barat laut Riyadh yang menyimpan distrik At-Turaif, pusat Daulah Saudiyyah pertama dan kini menjadi Warisan Dunia UNESCO dengan arsitektur tanah liat khas Najd.

Diriyah, Riyadh
Diriyah, Riyadh — Riyadh

Mengenal Diriyah di Tepi Wadi Hanifah

Diriyah adalah kota kuno yang terletak sekitar 20 kilometer di barat laut pusat Riyadh, berdiri di tepi Wadi Hanifah, lembah kering yang dulu menjadi sumber air dan lahan pertanian bagi penduduk Najd. Dari kebun kurma dan ladang di tepi wadilah kota ini tumbuh menjadi pusat politik paling berpengaruh di Semenanjung Arab pada abad ke-18.

Kawasan ini berbeda dari pusat Riyadh yang penuh menara kaca. Di Diriyah, rumah-rumah tetap dibangun dari bata lumpur dengan warna tanah yang sama, atapnya datar, dan jendelanya kecil. Seluruh kota tua terasa menyatu dengan lanskap gurun di sekitarnya.

At-Turaif: Distrik yang Diakui UNESCO

At-Turaif adalah distrik bersejarah di dalam Diriyah yang pada 2010 ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia. Distrik ini menyimpan sisa istana, masjid, dan permukiman yang dibangun dari bata lumpur dengan teknik konvensional Najd yang disesuaikan dengan iklim panas dan kering.

Di sini berdiri Masjid Imam Muhammad bin Saud, masjid tua yang dahulu menjadi pusat kegiatan keagamaan kawasan tersebut. Pengunjung bisa berjalan menyusuri jalanan batu, melihat sisa dinding rumah dua lantai, serta memasuki beberapa bangunan yang sudah dipugar dengan penjelasan sejarah di setiap titik.

Sebagian area masih dalam pemugaran bertahap, sehingga tampilan kawasan bisa berubah dari kunjungan ke kunjungan. Papan penjelasan tersedia dalam bahasa Inggris dan Arab, dan ada tur berpandu untuk pengunjung yang ingin pemahaman lebih mendalam.

Titik Awal Daulah Saudiyyah Pertama

Nilai sejarah Diriyah terletak pada perannya sebagai pusat berdirinya Daulah Saudiyyah pertama, pemerintahan yang lahir dari kerja sama politik dan keagamaan di Najd pada awal abad ke-18. Dari sinilah proses penyatuan kawasan dimulai, yang akhirnya berlanjut hingga terbentuknya Kerajaan Arab Saudi modern pada 1932.

Sebagai sebuah cerita sejarah, Diriyah menunjukkan bagaimana sebuah komunitas kecil di tepi wadah dapat menjadi pusat perubahan besar. Untuk jemaah umroh, tempat ini menambah pemahaman tentang latar belakang sejarah dunia Islam bagian timur dan perkembangan nilai-nilai keagamaan di Semenanjung Arab.

Arsitektur Najd yang Dingin dan Praktis

Bangunan di Diriyah dirancang untuk menghadapi panasnya gurun. Dinding tebal dari bata lumpur menahan panas siang dan melepaskannya perlahan pada malam hari. Jendela dibuat kecil dan ditempatkan di sisi yang teduh, sementara atap datar dipakai untuk tidur saat malam panas.

  • Komposisi kota yang rapat membuat lorong-lorongnya teduh sepanjang hari.
  • Masjid, pasar, dan rumah tinggal berdekatan sehingga kegiatan harian bisa dilakukan dengan berjalan kaki.
  • Ornamen geometris sederhana menghiasi pintu dan jendela, khas seni Najd tanpa figur makhluk hidup.

Prinsip-prinsip ini menjadikan arsitektur Diriyah contoh nyata bangunan ramah iklim yang tetap relevan hingga sekarang.

Bujairi Terrace dan Sekitar

Tepat di seberang distrik At-Turaif terdapat Bujairi Terrace, kawasan jalan setapak dengan deretan restoran dan kedai yang menghadap langsung ke dinding At-Turaif. Tempat ini populer sebagai titik menikmati panorama kota tua pada sore hari.

Di kawasan yang sama terdapat galeri seni, toko kerajinan, dan pusat informasi wisata. Bujairi menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat setelah menyusuri At-Turaif, terutama bagi rombongan keluarga yang membutuhkan tempat duduk dan minuman dingin setelah berjalan di bawah matahari.

Akses dari Riyadh dan Tips Kunjungan

Diriyah mudah dicapai dari pusat Riyadh dengan mobil pribadi atau taksi online, perjalanan sekitar 30 menit tergantung lalu lintas. Kawasan ini memang bukan bagian rute umroh, melainkan tujuan wisata sejarah yang umumnya diakses lewat program tambahan atau perjalanan lanjutan setelah ibadah.

  • Jam operasional dan tiket masuk distrik At-Turaif sebaiknya dicek lewat kanal resmi sebelum berangkat, karena bisa berubah menjelang acara besar.
  • Datanglah pada sore hari agar suhu lebih sejuk dan cahaya matahari enak untuk berfoto.
  • Bawa air minum, topi, dan alas kaki nyaman; sebagian besar kunjungan dilakukan dengan berjalan di area terbuka.
  • Jaga sopan santun dan pakaian tertutup, mengingat kawasan ini juga dipakai warga lokal.

Pertanyaan Umum

Apakah Diriyah termasuk program umroh?

Tidak. Diriyah berada di Riyadh dan tidak ada di rute umroh reguler yang berpusat di Makkah dan Madinah. Kunjungan umumnya diatur sebagai program tambahan atau perjalanan tersendiri.

Apa itu At-Turaif?

At-Turaif adalah distrik kuno di Diriyah yang menjadi pusat Daulah Saudiyyah pertama, dan ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2010. Di sini ada masjid tua, sisa istana, dan rumah-rumah bata lumpur khas Najd.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Diriyah?

Dua sampai tiga jam cukup untuk menyusuri At-Turaif dan Bujairi Terrace. Kalau ingin menikmati suasana sore dan makan di Bujairi, siapkan setengah hari.

Bagaimana cara menuju Diriyah dari Riyadh?

Dengan mobil pribadi atau taksi online, sekitar 30 menit dari pusat Riyadh. Sebaiknya cek jam buka dan sistem tiket resmi sebelum berangkat.

Siap Berangkat?

Konsultasi Gratis, Tanpa Ribet

Ceritakan rencana Anda — kami bantu pilih paket, jadwal, dan hotel yang paling sesuai. Konsultasi tidak dipungut biaya.

Tanya Jadwal & Harga Lihat Paket Umroh
PT. Galatama Tour · Izin Umroh No. U.445 Tahun 2020 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang