
Kota Tua Jeddah, Gerbang Menuju Makkah
Al-Balad adalah nama kawasan bersejarah di pusat kota Jeddah, dikelilingi benteng dan gerbang tua yang dahulu menandai batas kota. Selama berabad-abad pelabuhan Jeddah menjadi titik masuk utama jemaah haji dari India, Afrika, dan Nusantara. Mereka turun di pelabuhan, menetap sebentar di kota tua, lalu berangkat ke Makkah melalui rute darat.
Karena peran itulah Al-Balad tumbuh sebagai kota dagang yang kaya: pedagang dari berbagai penjuru membangun rumah dua sampai empat lantai dengan halaman dalam, lalu membuka toko di lantai bawah. Kebiasaan inilah yang masih terlihat sampai sekarang ketika kita menyusuri lorong-lorongnya.
Rawashin: Jendela Kayu Khas Hijaz
Ciri paling khas Al-Balad adalah rawashin, jendela berukir dari kayu yang menempel di fasad bangunan. Jendela ini terdiri dari bilah-bilah kayu yang disusun rapat sehingga angin tetap masuk, cahaya masuk sebagian, dan penghuni tidak terlihat dari luar.
- Fungsinya menjaga sirkulasi udara di iklim panas pesisir Laut Merah.
- Memberi privasi bagi penghuni rumah, terutama keluarga perempuan, tanpa harus menutup jendela rapat-rapat.
- Menjadi penanda status sosial: semakin rumit ukirannya, semakin mewah rumah pemiliknya.
Bahan kayu yang dipakai umumnya kayu keras yang tahan cuaca, dan sebagian bangunan masih mempertahankan rawashin aslinya. Saat ini banyak yang sedang direstorasi agar tidak hilang ditelan usia.
Souq Al-Alawi dan Belanja Kurma
Pasar utama Al-Balad adalah Souq Al-Alawi, lorong panjang yang dipenuhi toko kelontong, penjual kain, parfum, rempah, dan perhiasan emas. Suasananya masih tradisional: barang ditumpuk sampai ke depan toko, pedagang menawar dengan ramah, dan pengunjung berjalan pelan di antara rombongan warga lokal.
Bagi jemaah umroh, kurma adalah primadona. Jeddah punya banyak varietas kurma Arab, dari yang lembut sampai yang kenyal, dengan harga yang biasanya lebih ramah dibanding toko di dekat masjid. Selain kurma, oleh-oleh khas yang sering diburu adalah madu asli, kurma isi almond, sabun zaitun, dan cokelat cokelat lokal.
Tips singkat: bawa tas belanja sendiri, cek harga sejumlah besar sebelum menawar, dan pastikan barang yang dibeli masih dalam kemasan rapi untuk dibawa pulang.
Warisan Dunia UNESCO dan Arsitektur Kuno
Pada 2014 UNESCO menetapkan Al-Balad, dengan nama Historic Jeddah the Gate to Makkah, sebagai Warisan Dunia. Penetapan ini mengakui peran kawasan tersebut sebagai pintu masuk utama ibadah haji selama berabad-abad serta kekhasan arsitektur rumah mercusuar Hijaz yang masih berdiri.
Bangunan di Al-Balad umumnya dibangun dari bata dan gamping lokal, berdiri rapat membentuk lorong teduh. Lantai bawah dipakai untuk toko, lantai atas untuk tempat tinggal. Konsep rumah dengan halaman tengah ini membuat rumah tetap sejuk meski matahari menyengat sepanjang hari.
Masjid dan Tonggak Sejarah di Kawasan Lama
Di tengah kawasan berdiri Masjid Shafi'i, dikenal juga sebagai Masjid Balad, masjid tua yang menjadi pusat kegiatan warga sejak lama. Bangunannya menghadap ke arah yang sama dengan lorong pasar, sehingga suara adzan masih terdengar jelas sampai ke ujung Souq Al-Alawi.
Di sekitarnya juga terdapat museum kecil, rumah-rumah tua yang sedang dipugar, serta dinding benteng yang menjadi sisa batas kota tua. Jalan kaki santai selama dua sampai tiga jam biasanya sudah cukup untuk mengelilingi inti kawasan, dari gerbang utama sampai ke tepi pelabuhan lama.
Akses, Waktu Kunjung, dan Etika
Al-Balad berjarak sekitar 20 sampai 30 menit dari Bandara Internasional King Abdulaziz, sehingga sering dijadikan tujuan singgah sebelum atau sesudah penerbangan. Bagi jemaah umroh, kawasan ini biasanya dimasukkan dalam jadwal bebas di Jeddah atau saat transit.
- Waktu paling menyenangkan adalah menjelang sore sampai malam, ketika udara mendingin dan lampu-lampu toko menyala.
- Beberapa blok kini menjadi kawasan pejalan kaki, jadi siapkan waktu berjalan kaki di permukaan yang tidak rata.
- Kawasan kota tua adalah kawasan umum, jadi kenakan pakaian sopan dan hindari memotret warga dari dekat tanpa izin.
- Simpan dompet di tempat aman seperti di kawasan pasar mana pun, dan pastikan jadwal kunjungan tidak bentrok dengan waktu shalat atau keberangkatan rombongan.
Pertanyaan Umum
Apakah Al-Balad masuk dalam program umroh?
Umumnya tidak sebagai agenda wajib. Al-Balad sering dimasukkan sebagai kunjungan tambahan saat jemaah singgah di Jeddah, misalnya pada hari bebas atau sebelum perjalanan pulang.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Al-Balad?
Menjelang sore hingga malam hari, ketika suhu lebih sejuk dan pasar ramai. Siang hari biasanya sangat terik sehingga kurang nyaman untuk berjalan lama.
Di mana membeli kurma dengan harga baik?
Souq Al-Alawi adalah pusatnya. Banyak toko kurma berderet di sepanjang pasar, dan harga biasanya masih bisa dinegosiasikan terutama untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Apakah Al-Balad aman untuk dikunjungi rombongan?
Ya, kawasan ini umumnya ramah bagi wisatawan. Tetap jaga barang bawaan, gunakan pakaian sopan, dan berjalan bersama rombongan agar waktu kunjungan lebih efisien.