Beranda › Destinasi › Muzdalifah
Makkah

Muzdalifah

Muzdalifah adalah dataran antara Arafah dan Makkah, tempat wukuf dan pengumpulan kerikil jumrah. Simak sejarah, kebiasaan ziarah jamaah umroh, dan tips berkunjung dari Makkah.

Muzdalifah
Muzdalifah — Makkah

Apa Itu Muzdalifah?

Muzdalifah adalah dataran berbatu yang membentang di antara Arafah dan Makkah, sekitar 9 kilometer arah tenggara Masjidil Haram. Dalam istilah haji, kawasan ini disebut al-mashar al-haram, tempat jamaah bermalam setelah meninggalkan Arafah pada malam 10 Dzulhijjah.

Pada malam itu jamaah menunaikan salat Maghrib dan Isya, lalu berdzikir kepada Allah hingga menjelang fajar. Area ini dikelilingi bukit-bukit rendah dan memiliki jembatan penghubung menuju kawasan Makkah.

Peran Muzdalifah dalam Ibadah Haji

Di Muzdalifah, jamaah haji mengambil kerikil untuk dilempar ke tiga jamarat di Mina. Pengumpulan kerikil dilakukan pada malam hari setelah wukuf, atau pada pagi harinya sebelum kembali ke Mina.

  • Jamaah yang lemah, anak-anak, dan perempuan diberi keringanan keluar lebih awal menuju Mina pada malam tasyrik.
  • Tempat ini menjadi simbol kesetaraan, karena seluruh jamaah berada di tanah yang sama tanpa kemewahan.
  • Fasilitas sanitasi dan tenda disiapkan dalam jumlah besar selama musim haji.

Kebiasaan Jamaah Umroh Berziarah ke Muzdalifah

Bersama Mina dan Arafah, Muzdalifah menjadi bagian dari paket ziarah sejarah yang populer di kalangan jamaah umroh dari Indonesia. Rombongan biasanya singgah untuk melihat dataran luas tempat jamaah haji bermalam dan berdoa sejenak.

Karena letaknya yang berada di jalur pulang dari Arafah, banyak rombongan menjadikannya perhentian terakhir sebelum kembali ke Makkah. Pastikan izin dan aturan kunjungan dari pemandu wisata rohani selalu dipatuhi.

Tips Berkunjung ke Muzdalifah

Jarak dari Masjidil Haram sekitar 9-10 kilometer, dapat ditempuh 20-30 menit dengan mobil. Jalan raya menghubungkan Makkah, Muzdalifah, dan Arafah dalam satu koridor utama.

  • Waktu terbaik pagi hari sekitar pukul 07.00-10.00 atau menjelang Maghrib.
  • Hindari tanggal 9-13 Dzulhijjah karena akses dibatasi khusus jamaah haji.
  • Bawa air minum dan payung, area terbuka tanpa naungan.

Dalil & Sumber

فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ
Maka ingatlah Allah di tempat pelemparan (al-mashar) yang suci.

Pertanyaan Umum

Apakah jamaah umroh boleh berziarah ke Muzdalifah?

Ya, boleh pada hari-hari biasa di luar musim haji. Kunjungan ini bersifat ziarah tambahan dan tidak termasuk rangkaian ibadah umroh, sehingga tidak memengaruhi kesyahihan umroh.

Berapa jarak Muzdalifah dari Masjidil Haram?

Sekitar 9-10 kilometer ke arah tenggara Makkah. Dengan mobil sekitar 20-30 menit, dan sekitar 15 menit dari Arafah karena berada di jalur yang sama.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Muzdalifah?

Pagi hari pukul 07.00-10.00 atau menjelang Maghrib pada hari biasa. Jangan datang pada 9-13 Dzulhijjah karena kawasan hanya dibuka untuk jamaah haji yang wukuf.

Apa yang bisa dilihat di Muzdalifah?

Dataran luas tempat jamaah haji bermalam, area pengumpulan kerikil jumrah, serta jalur penghubung ke Mina dan Arafah. Biasanya menjadi perhentian terakhir dalam paket ziarah tiga tempat.

Siap Berangkat?

Konsultasi Gratis, Tanpa Ribet

Ceritakan rencana Anda — kami bantu pilih paket, jadwal, dan hotel yang paling sesuai. Konsultasi tidak dipungut biaya.

Tanya Jadwal & Harga Lihat Paket Umroh
PT. Galatama Tour · Izin Umroh No. U.445 Tahun 2020 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang